[gt-link lang="en" label="English"]

Bupati HST Sesuaikan TPP ASN Akibat Defisit Anggaran

NusaHeadline.com, Hulu Sungai Tengah – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal mengeluarkan surat keputusan terbaru mengenai penyesuaian besaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah. Kebijakan ini diambil menyusul adanya rasionalisasi anggaran akibat defisit belanja daerah.

Surat Keputusan Nomor 800/52/803/Tahun 2025 yang diterbitkan Bupati HST menggantikan keputusan sebelumnya, Nomor 800/43/803/Tahun 2025. Penyesuaian tersebut merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan fiskal daerah.

Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) HST, Khairil, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap struktur belanja pegawai yang semula telah sesuai aturan, yakni di bawah 30 persen dari total APBD.

“Namun setelah menutup defisit dan efisiensi belanja, komposisi belanja pegawai naik menjadi 32 persen. Karena itu perlu dilakukan rasionalisasi agar kembali berada di angka yang ideal,” ujar Khairil, Rabu (9/4).

Setelah rasionalisasi, angka belanja pegawai kembali turun menjadi 29 persen. Meski demikian, angka ini masih lebih tinggi dibanding TPP tahun sebelumnya yang hanya 26 persen.

Dari sisi pendapatan, APBD HST tahun ini ditargetkan sebesar Rp 1,6 triliun. Sementara itu, anggaran belanja daerah mencapai Rp 2,3 triliun, sehingga menyebabkan defisit lebih dari Rp 600 miliar. Dari jumlah tersebut, Pemkab HST baru mampu menutup sekitar Rp 200 miliar melalui dana kas daerah. Sisanya, Rp 300 miliar lebih masih menjadi defisit aktif yang perlu ditangani.

Khairil menyebutkan, pihaknya telah menyusun skema dan langkah-langkah penyesuaian yang akan dimasukkan dalam APBD Perubahan 2025. “Kami juga sudah meminta seluruh SKPD untuk menandai belanja-belanja mana saja yang bisa disesuaikan nanti,” katanya.

Bupati Samsul Rizal menegaskan bahwa keputusan penyesuaian TPP ini bukanlah keputusan yang mudah, namun perlu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap kondisi keuangan daerah.

“Kebijakan ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan, namun kami percaya ASN HST tetap mengutamakan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Samsul Rizal yang akrab disapa Bang Rizal.

Ia juga menekankan bahwa loyalitas dan semangat ASN tidak boleh hanya ditentukan oleh besarnya tambahan penghasilan, tetapi oleh niat tulus dalam melayani publik.

“Saya percaya, pengabdian bukan karena TPP, melainkan karena tanggung jawab dan keikhlasan dalam bekerja demi kemajuan Hulu Sungai Tengah,” pungkasnya.

 

Leave the first comment